CariAyat & Bahan. Alkitab SABDA. Cari kata atau ayat: Alkitab Bahan . Kamus SABDA. Apps Pelayanan Anak. Berbicara kepada Anak tentang Jumat Agung dan Paskah; Jalan Salib Yesus Kristus; Firman Tuhan Sumber Kehidupan Baru; Sumber Kehidupan Baru; 18 Januari 2017, Volume 2017, No. 745 Benarlahfirman Tuhan bahwa Ia sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita (Ibrani 13:5b). KematianNya menyelamatkan kita, dan kematianNya menghidupkan kita. Maut dikalahkan oleh kematianNya. Maut tidak lagi berkuasa bagi orang beriman. Selamat Jumat Agung buat kita semua. Amin. Pdt. Juris Tarigan, MTh GBKP RG Depok - LA Vol VIII, Nomor 15, 25 Wafa 1393 HS/Juli 2014 i Beberapa Pokok Bahasan Khotbah Jumat 06-06-2014 Bahasan mengenai Ketaatan adalah yang terpenting bagi setiap tingkat kepengurusan. Jika para pengurus memahami bahasan ini, maka otomatis para anggota akan menaruh perhatian terhadapnya dan kita akan menyaksikan keteladanan ketaatan di tiap bidang dan tingkat dalam Jemaat; para Amir, para ketua dan Tidakada kasih yang lebih besar dari pada kasih Yesus, karena Dia telah mati untuk umatNya. Kisah penyaliban Yesus ini diperingati sebagai hari Jumat Agung, yang kisahnya diambil dari Perjanjian Baru, Injil Markus:15. Yesus dikhianati oleh Yudas, salah satu murid-Nya, dan Yesus kemudian dibawa ke hadapan Pontius Pilatus. Yesusmati untuk kita orang percaya kepada-Nya. Semua ini dilakukan Yesus dalam ketaatan-Nya kepada Bapa di Sorga. Walaupun dalam kemanusiaan Yesus berseru dengan nyaring "Eloi, Eloi, lama sabakktani", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku. Namun proses kematian-Nya tetap berlangsung karena untuk kita manusia. ti7g. RENUNGAN HARIAN KRISTEN TERBARU, JUMAT 10 APRIL 2020 470. JUMAT AGUNG ELOI ELOI LAMA SABAKHTANI Oleh E. Gunawi Sp. FIRMAN TUHAN Kitab Injil Markus 1533-41. Shalom. Puji Tuhan! Oleh karena kasih karunia-Nya yang sudah dilimpahkan kepada kita, maka kita memperoleh kesempatan untuk menikmati Jumat Agung yang indah ini dengan penuh sukacita. Oleh sebab itu, marilah kita naikkan ibadah, doa, ucapan syukur, hormat, pujian, penyembahan, persembahan dan pelayanan untuk kemuliaan nama-Nya. Pada hari ini, kita akan merenungkan ayat-ayat Firman Tuhan yang tercantum dalam Kitab Injil Markus 1533-41. Topik yang kita tampilkan kali ini, yaitu JUMAT AGUNG ELOI ELOI LAMA SABAKHTANI. Pengantar Pada hari ini, hari Jumat, adalah hari yang sangat istimewa. Karena hari Jumat ini adalah Jumat Agung, Hari Penyaliban dan Kematian Tuhan Yesus di Bukit Kalvari. Hari kematian Isa Almasih di Bukit Golgota untuk kembali ke rumah Bapa. Hari kematian yang dilewati-Nya dengan penuh kesengsaraan dan penderitaan dunia. Ia dicaci, dimaki, diolok-olok, dihina, direndahkan dan dianiaya di sepanjang jalan yang dilalui-Nya. Pada hari ini, hampir dua ribu tahun yang lalu, ia terseok-seok memanggul sendiri kayu salib-Nya. Pada hari ini, hampir dua ribu tahun yang lalu, Dia disalibkan dalam ketidakadilan dunia yang penuh kejahatan. Dia yang tidak mengenal dosa dan kejahatan, Dia yang tidak bercela disalibkan bersama dua penjahat yang terlibat dalam pemberontakan. Hari ini, pada saat ini, menjadi hari yang istimewa dan dirayakan oleh semua orang percaya dari berbagai bangsa di seluruh permukaan bumi. Hari penyaliban dan kematian yang diperingati oleh orang-orang percaya karena sudah terjadi peristiwa besar pada zaman itu. Yakni terjadinya salah satu rahasia besar yang sudah disembunyikan oleh Allah selama berabad-abad lamanya. Sejatinya, sekitar dua ribu tahun yang lalu, terjadinya peristiwa besar itu merupakan salah satu rangkaian peristiwa illahi sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Suatu peristiwa yang membuka rahasia yang jauh lebih besar. Yakni kegemparan atas kemenangan-Nya melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Bahwa melalui kebangkitan-Nya, Ia sudah lunas menebus dan menyelamatkan manusia berdosa yang percaya kepada-Nya. Dia yang kemudian bangkit, sudah membuat semua musuh-musuhnya berserakan dan bertekuk lutut di bawah kaki-Nya. Bahwa orang-orang yang membenci Dia melarikan diri tunggang langgang dari hadapan-Nya. Bahwa kuasa kegelapan, roh jahat, setan dan iblis tidak berkuasa melawan keperkasaan, keagungan dan kemuliaan kebangkitan-Nya dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Eloi, Eloi, lama sabakhtani Dikisahkan bahwa pada jam dua belas, terjadilah peristiwa yang luar biasa, yaitu kegelapan. Peristiwa itu berlangsung sampai jam tiga sore. Segalanya menjadi gelap. Dan kegelapan itu meliputi seluruh daerah di sekitar Bukit Kalvari. Kemudian pada jam tiga sore, Yesus berseru dengan suara yang sangat nyaring “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”. Artinya Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Demikian dinyatakan dengan Firman Tuhan dalam Kitab Injil Markus 1533-35. Kitab Suci mengatakan kepada kita “Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga. Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Datanglah seorang dengan bunga karang Kini, marilah kita simak dan kita perhatikan Firman Tuhan yang tercantum dalam Kitab Injil Markus 1535-36. Tuhan berfirman “Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata “Lihat, Ia memanggil Elia.” Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata “Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia.”” Melalui dua ayat Firman Tuhan ini, kita mendapati bahwa beberapa orang yang berdiri di sana mendengar suara Tuhan Yesus yang nyaring. Mereka berkata “Lihat, Ia memanggil Elia.” Mereka mengatakan bahwa Tuhan Yesus memanggil nama Elia. Mereka menyalah-artikan teriakan Tuhan Yesus “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, sebagai suatu ejekan dan hinaan kepada-Nya. Oleh sebab itu, maka datanglah seorang dari antara mereka dengan bunga karang. Ia mencelupkannya ke dalam anggur asam. Dan kemudian mencucukkannya pada sebatang buluh. Ia lalu memberikannya kepada Tuhan Yesus seraya berkata “Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia.”” Sekali lagi, suatu olok-olok yang penuh penghinaan yang sangat dalam telah mereka ucapkan kepada-Nya. Dengan tidak henti-hentinya pula, mereka terus mengejek dan mengejek-Nya. Mereka ingin menunggu dan menyaksikan Elia datang dan menurunkan-Nya dari kayu salib. Suatu hinaan yang kejam dan keji. Suatu hinaan yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Dia. Dia menyerahkan nyawa-Nya, dan tabir Bait Suci pun terbelah dua Kemudian daripada itu, marilah kita baca dan kita perhatikan Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Markus 1537-38. Demikianlah bunyi Firman-Nya “Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.” Sungguh! Inilah puncak dari segala pengorbanan-Nya secara badani dan duniawi untuk menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa. Tuhan Yesus berseru dengan suara yang sangat nyaring. Dengan kekayaan ketaatan-Nya yang sangat dahsyat dan luar biasa, Ia kemudian menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah Bapa di sorga, tepat pada waktu-Nya. Dan bersamaan dengan itu, maka tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Kegemparan pun terjadi lagi. Bagaimana mungkin tabir Bait Allah yang demikian kokoh dan kuat terbelah menjadi dua? Mengapa? Satu rahasia besar illahi mulai terkuak lagi. Bahwa Yesus Kristus dari Nazaret yang dicaci, dimaki, diejek, diolok-olok, dihina, disiksa, dianiaya, direndahkan dan disalib, sudah menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa-Nya yang bertakhta di sorga. Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa yang mengutus-Nya. Dengan setia, Dia melakukan semuanya untuk menebus dan menyelamatkan semua orang berdosa yang percaya kepada-Nya. Ia rela menyerahkan nyawa-Nya untuk keselamatan kita. Perjalanan panjang dalam karya besar penebusan dan penyelamatan dosa manusia yang penuh penderitaan, cacian, makian, ejekan, olok-olok, hinaan, siksaan dan aniaya, sudah diukir dan diselesaikan-Nya dengan sangat sempurna pada kayu salib di Bukit Kalvalri. Semuanya, ya semuanya, dicatat dengan sangat sempurna dalam Alkitab yang membawa sukacita dan damai sejahtera bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Sungguh, orang ini adalah Anak Allah Segala sesuatu sudah terjadi dengan sempurna menurut kehendak dan rencana-Nya yang telah ditetapkan oleh-Nya sejak semula. Semua yang terjadi dengan gemparnya itu, dilihat secara langsung oleh kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia. Ia, kepala pasukan itu, melihat langsung dengan matanya sendiri mengenai mati-Nya, Dia, Yesus Kristus, Mesias dan Juru Selamat, yang ditolak oleh umat-Nya yang sangat dikasihi-Nya. Karenanya, kepala pasukan itu berkata “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” Demikian dinyatakan oleh Firman Tuhan yang terekam dalam Kitab Injil Markus 1539. Alkitab menyatakan kepada kita “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!”” Benar! Ia, Yesus Kristus, Tuhan kita adalah Anak Tunggal Allah Bapa yang bertakhta di sorga. Sungguh! Dia adalah Mesias, Juru Selamat dan Penebus dosa dari semua orang berdosa yang percaya kepada-Nya. Karenanya, jika kepala pasukan yang tidak mengenal Dia mengatakan bahwa “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah”, lantas bagaimanakah dengan kita orang percaya? Tentu! Semua pribadi di antara kita sudah mengimani bahwa Dia, Yesus Kristus, Tuhan kita adalah Anak Tunggal Allah Bapa. Tentu, kita percaya dengan iman yang teguh kepada-Nya bahwa Dia, Yesus Kristus adalah Mesias, Juru Selamat dan Penebus dosa kita. Percayalah! Imanilah! Haleluya! Beberapa perempuan melihat dari jauh Sekarang adalah waktunya untuk menyimak dan memperhatikan Firman Tuhan yang ditulis dalam Kitab Injil Markus 1540-41. Firman Tuhan berbunyi “Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome. Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.” Alkitab mengatakan bahwa di sana, di Bukit Kalvari, ada juga beberapa perempuan yang melihat dari kejauhan peristiwa besar, bahkan sangat besar, yang tidak akan pernah terulang lagi dalam peradaban manusia. Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome. Semua perempuan itu adalah perempuan-perempuan yang telah mengikut Yesus dan melayani-Nya, ketika Dia berada di Galilea. Di sana, di Bukit Kalvari itu, menurut Firman Tuhan ini, ada pula banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus Kristus, Tuhan kita. Mereka adalah perempuan-perempuan yang sudah percaya dan ikut serta dalam pelayanan Firman Tuhan dari hari ke hari. Pelajaran yang kita petik Pada hari ini, Jumat Agung, kita merayakan penyaliban dan kematian Isa Almasih, yaitu Yesus Kristus Tuhan kita di Bukit Kalvari sekitar dua ribu tahun yang lalu. Memang, gempita perayaan itu tidak sesemarak pada tahun-tahun yang lalu. Karena pada saat ini bersamaan dengan masa merebaknya virus corona yang melanda kehidupan masyarakat di seluruh dunia, Lantas, adakah pelajaran yang dapat kita petik dari renungan kita ini? Kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita dapat memetik berbagai didikan dan ajaran yang elok dan berharga. Yaitu didikan dan ajaran yang berkenaan dengan peristiwa besar penyaliban dan kematian Tuhan Yesus di bukit Kalvari lebih kurang dua ribu tahun yang lampau. Sudah tentu, kita yakin dan percaya bahwa semua pribadi di antara kita sangat percaya bahwa Yesus Kristus dari Nazaret yang dicaci, dimaki, diejek, diolok-olok, dihina, disiksa, dianiaya, direndahkan, disalib, dan menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa yang mengutus-Nya, adalah Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat semua orang berdosa yang percaya kepada-Nya. Tentu, kita percaya bahwa perjalanan panjang karya besar penebusan dan penyelamatan dosa manusia yang penuh penderitaan, cacian, makian, ejekan, olok-olok, hinaan, siksaan dan aniaya sudah diselesaikan dan diukir-Nya dengan sangat sempurna di kayu salib di Bukit Kalvalri lebih kurang dua ribu tahun yang silam. Sudah tentu, kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita meyakini dan percaya dengan iman yang teguh bahwa penyaliban dan kematian Yesus Kristus Tuhan kita adalah untuk menebus dan menyelamatkan semua orang berdosa yang percaya kepada-Nya, serta setia beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, memuliakan, menyembah dan melayani Tuhan dengan setulus hati dan segenap jiwa. Berbahagialah kita Berbahagialah kita yang percaya bahwa Yesus Kristus dari Nazaret yang dicaci, dimaki, diejek, diolok-olok, dihina, disiksa, dianiaya, direndahkan, disalib, dan menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa yang mengutus-Nya, adalah Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat semua orang berdosa yang percaya kepada-Nya, karena Dia sudah menyediakan bagi kita banyak tempat sorga. Berbahagialah kita yang percaya bahwa perjalanan panjang karya besar penebusan dan penyelamatan dosa manusia yang penuh penderitaan, cacian, makian, ejekan, olok-olok, hinaan, siksaan dan aniaya sudah diselesaikan dan diukir-Nya dengan sangat sempurna di kayu salib di Bukit Kalvalri pada awal abad pertama Tahun Masehi, karena Dia akan menyediakan upah besar bagi kita di Kerajaan Sorga. Berbahagialah kita yang meyakini dan percaya dengan iman yang teguh bahwa penyaliban dan kematian Yesus Kristus Tuhan kita adalah untuk menebus dan menyelamatkan semua orang berdosa yang percaya kepada-Nya, karena Dia sudah menyediakan bagi kita bagian hidup kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera dengan Allah Bapa yang bertakhta di sorga. JESUS CHRIST BLESS YOU AND US. HALLELUJAH. AMEN. Ilustrasi Jumat Agung Foto UnsplashJumat 2/4, perayaan Jumat Agung akan diperingati secara serentak oleh umat Kristen dan Katolik di seluruh dunia. Jumat Agung bukan sekadar liturgi, ini adalah momen spesial untuk mengenang kesengsaraan dan kematian Yesus di kayu peristiwa Jumat Agung, Tuhan Yesus yang tidak melakukan kesalahan rela disiksa, diolok, hingga mati di kayu salib. Itu semua dilakukan untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kuasa penting ini bisa dirayakan dengan berdoa dan mengikuti kebaktian. Selain itu, umat Kristen dan Katolik juga bisa membaca renungan Jumat Agung untuk mendalami kasih Yesus dan merenungkan pengorbanan-Nya yang luar renungan Jumat Agung yang dikutip dari situs Life Church LeedsIlustrasi Jumat Agung Foto UnsplashRenungan Jumat Agung“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelematkannya oleh Dia" - Yohanes 3 16-17Pada hari Jumat Agung, kita mengingat pengorbanan yang Yesus lakukan untuk kita. Yesus disiksa, dipakaikan mahkota duri, dan diolok oleh banyak orang. Dia juga harus memikul salib kayu salib dan disalibkan di Bukit sangat mencintai kita sehingga Ia rela menghadapi rasa sakit, penghinaan dan kematian agar manusia dapat menjalani hidup tanpa penghukuman dan memiliki hidup yang kekal. Ini adalah cinta sejati yang paling dalam dan Anda mungkin berpikir bahwa apa yang telah Anda lakukan 'terlalu buruk' untuk diampuni. Jadi alih-alih mengakuinya kepada Yesus, Anda memilih untuk membawa beban itu kemana-mana. Beban itu dapat berupa kepahitan, kecemburuan, depresi, kemarahan atau perasaan tidak berharga ini serupa dengan membawa ransel yang penuh dengan batu-batu berat. Namun saat ini, Tuhan tidak ingin Anda membawa ransel lagi. Dia ingin Anda meninggalkannya di kayu salib di mana Yesus memberikan hidupnya untuk tidak ingin Anda memikul kesalahan dan dosa dengan sia-sia, sebab ia sudah membayar harga dengan mati di kayu salib. Jadi, Anda harus meninggalkan beban itu di kayu salib dan berhenti mencoba mengambilnya lagi. Ingatlah pada firman Tuhan dalam Ibrani 812 yang berbunyi"Karena aku akan berbelas kasihan atas perbuatan salah mereka, dan aku tidak akan pernah lagi mengingat dosa mereka."Jika merasa terbeban dengan masalah dan dosa, Anda harus jujur ​​kepada Tuhan dan meminta Dia untuk memberikan pertolongan. Percayalah bahwa Dia akan memulihkan dan menopang hidup Anda. Dia akan mengangkat beban Anda dan memikulnya untuk Anda.

ayat firman tuhan tentang jumat agung