Alfabet kemungkinan diciptakan antara abad ke-17 dan ke-15 SM, oleh bangsa Fenisia. Secara lingustik, bahasa Fenisia termasuk dalam bahasa Semit, yang digunakan oleh orang-orang yang tinggal di Fenika (Lebanon modern). Pendapat ini bertentangan dengan usulan bahwa bahasa Yunani berkerabat dengan bahasa India-Eropa. Berikut ini adalah daftar angka dari digit 0 - 10 dalam berbagai bahasa. Rumpun bahasa Semitik Rumpun bahasa Austroasiatik Rumpun bahasa Austronesia Rumpun bahasa Kaukasia Kartvelian Rumpun bahasa Dravidia Rumpun bahasa Indo-Eropa Rumpun bahasa Japonik Rumpun bahasa Mongolik Rumpun bahasa Turk Referensi Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka senyawa-senyawa itu dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani sebagai berikut. 1 = mono 6 = heksa 2 = di 7 = hepta 3 = tri 8 = okta 4 = tetra 9 = nona 5 = penta 10 = deka Indeks satu (mono) di depan tidak perlu disebutkan. Contoh: Setiap jarum panjang ini bergeser dari satu ke angka pada angka lainnya berarti menandakan sudah 5 menit berlalu. Sedangkan jam disebut dengan hour dalam Bahasa Inggris. Hour sendiri asalnya dari Bahasa Prancis Kuno, yakni 'hore'. Kesulitan perbedaan waktu ini kemudian dipecahkan oleh para astronom Yunani. Seorang astronom bernama Dan tahun 300 M ditulis dalam bahasa Yunani. Matematikawan Yunani tinggal di kota-kota di sepanjang pantai Mediterania timur, dari Italia hingga Afrika Utara, tetapi mereka memiliki budaya dan bahasa yang sama. Penemuan angka 0 merevolusi cara berpikir dalam matematika dan ilmu-ilmu alam itu sendiri. Padahal, sejak abad ke-9, angka 0 sudah CJQB4.

angka dalam bahasa yunani