PuisiTentang Petani Dapatkan link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Aplikasi Lainnya; Agustus 10, 2016 Petani . Oh petani.. Dipagi hari yang buta. Kau pergi ke sawah. Tak peduli dengan dinginnya udara. Kau pergi ke sawah . Membawa cangkul dan topi. Dengan semangatmu yang besar. Untuk memanen padi agar menjadi beras. Aku berterimakasih
Petaniitu mengerjakan sawah dan ladang untuk keperluan hidupnya. Selain mengerjakan ladangnya, kadang-kadang lelaki itu pergi memancing ikan ke sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Setiap kali dia memancing, ia selalu saja pulang membawa ikan, karena di sungai yang jernih itu memang banyak sekali ikan.
takhenti suburkan sawah-sawah tanpa pematang, dan cinta depan penghulu Ketika petani berubah jadi kuli di tanahnya sendiri sebab merdeka buat mereka malah terbebas Sekolah Rakyat MéluBaè. Kumpulan puisinya terhimpun dalam 'Purnama Kamar Putih' (1983), 'Sosok Tiga' (1985) dan 'Nyanyian Karah' (2011). Pernah menulis puisi dan cerita
Berikutini kami sajikan kumpulan puisi yang mengangkat tema "Petani." 1. Nyanyian Petani Kami yang berangkat sebelum matahari bangun Dan pulang saat matahari terbenam Tak pernah sekalipun merasakan kemewahan Berada di rumah nyaman dengan banyak kendaraan Kami adalah para penjaga lahan Yang saban hari menghasilkan banyak sumber makanan
Beranda» Karya Sastra » Puisi » PETANI BERDASI. PETANI BERDASI. Kamis, 13/06/2013 - 16:51 — muhammad rina a Puisi; Wahai para petani berdasi. Rendah nian hargamu di mataku. Bahkan melebihi petani miskin nan tak berharga. Lembaga penopang kehidupan kami. Kini tela jadi lahan pribadimu.
lgXq0U. Puisi Nyanyian Seorang Petani Muda Karya Budiman S. Hartoyo Nyanyian Seorang Petani Muda Aku sekarang duduk di pematang memandang jauh hari depan mengambang di awan Aku sekarang termenung di rumputan menatap hijau padang, burung dan ilalang Hari sudah tinggi dalam tikaman terik matahari hari sudah larut dalam kerja sehari-hari Anak-anak gembala menyanyikan lagu derita desanya lembu dan kerbau bekerja dan makan seenaknya Aku sekarang di sini menanti kiriman makan siang dari pacarku yang sederhana, pelan berlenggang di pematang Aku sekarang terlena di sini menanti hujan tercurah dari langit Tuhan yang katanya maha pemurah Hari pun kian larut buat bersenda dan berpacaran hari sudah terlambat buat mengeluhkan nasib tanaman Terlalu letih aku memikirkan kemakmuran sedang tanaman di sawah ladang belum kunjung bermatangan Aku sekarang di sini berpikir tentang perkawinan Dan bila kawin nanti bulan depan aku khawatirkan nasib ternakku sayang sebab pastilah ia bakal dijual buat ongkos peralatan Hari makin senja, senja makin malam burung-burung pulang ke sarang gembala menggiring ternak ke kandang Beriringan mereka pulang beriringan keluh warga desa, harga kerja tak seimbang Aku sekarang di sini berbicara dengan alam yang sabar dan ramah dibelai angin lembah yang rawan Tak kutahu adakah ia tahu tetesan keringat dan nasib tersia kerabat desaku 1962Sumber Sebelum Tidur 1977Puisi Nyanyian Seorang Petani MudaKarya Budiman S. HartoyoBiodata Budiman S. HartoyoBudiman S. Hartoyo lahir pada tanggal 5 Desember 1938 di S. Hartoyo meninggal dunia pada tanggal 11 Maret S. Hartoyo adalah salah satu Sastrawan Angkatan 66.
Nyanyian Seorang Petani Berilah kiranya yang terbaik bagiku tanah berlumpur dan kerbau pilihan bajak dan cangkul biji padi yang manis Berilah kiranya yang terbaik angin mengalir hujan menyerbu tanah air bila masanya buahnya kupetik ranumnya kupetik rahmat-Mu kuraih 1965Puisi Nyanyian Seorang PetaniKarya Abdul Hadi WMBiodata Abdul Hadi WMAbdul Hadi WM Abdul Hadi Widji Muthari lahir di kota Sumenep, Madura, pada tanggal 24 Juni Hadi WM adalah salah satu tokoh Sastrawan Angkatan '66.
puisi nyanyian petani di sawah